?

Log in

September 2016

S M T W T F S
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Syndicate

RSS Atom
Powered by LiveJournal.com

Sep. 2nd, 2016

[PlayWithYou]

Title : Play with you
Genre : Ecchi
Rating : NC21
Character :Wakana Yuu x Nishikawa Ichi

***

"hmm, Ichi kun, bagaimana pendapatmu dengan baju baruku ini, bagus?"

Seorang gadis datang dari arah kamar mandi, melangkahkan kakinya keluar, menghampiri seorang laki laki yang tengah duduk diatas tempat tidur.

"Yuu? Kenapa kau berpakaian seperti itu huh?"

Yuu tersenyum melangkah malu-malu dengan wajahnya yang manja. Mengenakan baju merah tipis panjang sampai paha. Dadanya sedikit tersingkap pada bagian tengah pakaian itu.

"Baguskan? Aku beli khusus untuk mu"

Yuu lalu menghampiri Ichi dan duduk di sebelahnya. Yuu memainkan jari-jarinya dengan manja di dada Ichi.

"Yuu , kau memancingku?" Tanya ichi dengan wajah genitnya. "Aku akan menghukummu kalau memang kau sengaja memancingku, tenang saja hukumanku tidak akan membuatmu tersiksa".

Yuu menyeringai dengan malu malu. "Kalau tidak membuatku tersiksa , jadi akan membuatku menikmatinya?"

Belum selesai menyelesaikan kalimatnya, ichi mendekatkan wajahnya dan meraup bibir Yuu dengan lembut.


"Hukumanmu dimulai karena telah memancingku Yuu" bisik Ichi ke telinga Yuu yang menyebabkan yuu mendesah karna merasa geli.

Yuu pun membalas ichi dengan berbisik lirih do telinga Ichi, meniupkan nafas serta menggigitnya. Mungkin kali ini bukan Ichi yang menghukum Yuu, namun Yuu lah yang akan menghukum Ichi.

Jari jari Yuu mulai membelai rambut ichi, membawa jari jarinya turun menelusuri dada ichi dan mulai membuka kemeja yanh Ichi pakai. Dengan tatapan menggoda menatap Ichi , dengan menggigit bibirnya.

"Dan aku berhasil kau pancing Yuu" seru Ichi

Yuu pun mendorong tubuh laki laki itu diatas ranjang, sambil memainkan jari jarinya berputar putar di perut Ichi.

Yuu meraih ikat rambut tak jauh dari tempat tidurnya, mengikat rambutnya keatas dan menggulungnya. Kemeja ichi yg sudah terlepas diambilnya dan diikatkan pada tangan ichi.

"Nahh, sekarang siapa menghukum siapa," goda Yuu.

Yuu merangkak ke tubuh laki laki yang sudah pasrah itu dan mengecupi permukaan tubuh ichi.

Yuu berdiri, masih dengan wajah menggodanya, menarik tali pakaiannya dan membuka nya dan membuangnya jatuh kebawah.

Ichi membulatkan matanya, air liurnya pun sulit ditelan. Yuu dengan keadaan setengah naked membuat Ichi menegang dan gelisah. Yuu kembali mendekat, mengecup bibir Ichi, menggigitnya. Lalu mengelus pipinya

"Yuu... Kau benar benar membuat aku pasrah, ini ceritanya kau yang menghukumku, bukan aku yang menghukummu" ujar Ichi yang mulai menikmati permainan Yuu.

"Kau harus menurut padaku , kau adalah tawananku" Yuu menyeringai sambil menekankan kalimat terakhirnya. "Dan aku akan menyumpal mulutmu kalau kau sampai mendesah atau mengeluarkan satu kata pun hahaha"

Yuu yang tertawa membuat Ichi merasa tersiksa hanya dengan melihat tubuh Yuu. Dadanya yang masih terbungkus bra berwarna hitam itu terlihat sangat indah.

"Kau mengikat tanganku terlalu kencang Yuu, kendorkan sedikit. Aku tak bisa menggerakkan tanganku," kata Ichi yang sedari tadi mencoba mengendorkan tali yang mengikat pergelangan tangannya.

"Aku akan melepaskannya jika kau menurut padaku," jawab Yuu dengan tangan yang mengelus permukaan selangkangan Ichi, dimana mulai menggembung besar, kemudian mengecupnya dalam hingga Ichi mengadahkan wajahnya merasakan sentuhan nikmat dari bibir Yuu.

"Uhhh...umphh" desah Ichi menahan suaranya.

"Jangan bersuara Ichi kun!". Yuu mengingatkan, lalu pandangannya kembali lagi pada bagian menonjol dari selangkangan Ichi.

"Uh, si Junior sepertinya tidak sabar untuk segera dibebaskan,?"

"Nghh..uhhh~ Yuu"

"Aku bilang tahan dan jangan bicara"

Yuu menyentuh "Jr" Ichi dan meremasnya pelan hingga Ichi mendesah

"Akh~"

"Jangan bersuara lagi" pinta Yuu yang kemudian Yuu kembali mengelusnya dengan pelan dan lembut. Yuu mengurut-urut tonjolan besar itu dengan jarinya, kemudian membuka zipper celananya.

"Ah, lucuuuuu" teriak Yuu

Yuu pun mengeluarkan "jr" Ichi dari dalam boxernya, hingga "Jr" itu keluar dari celah zipper celana Ichi dimana membuatnya bisa bernafas lega.

"Mau pakai tangan atau mulut?" Tanya Yuu sambil menatap Ichi

"Kee..ke -keduanya-hh" jawab Ichi susah payah

"Hm. Kau bicara lagi ichi kun, aku akan menyumpal mulutmu kalau begitu". Yuu lalu menyentil "jr" Ichi dan melumat habis bibir Ichi. Mengigit bagian favoritnya. Bibir bawah Ichi.

Yuu lalu mendudukan Ichi, duduk di pangkuannya, membuat "jr" ichi menggesek bagian milik Yuu

"Akhhh..." Desah yuu yang diakibatkan karena kepala Ichi berada di dada Yuu. Mengecupnya, memainkan lidahnya sesekali mencoba menggigitnya.

"Aku akan memberikan kesempatan ini untukmu, mendesahlah sepuasmu kali ini" Tantang Ichi.

Yuu pun mengarahkan tangannya menggenggam "jr" Ichi membuat sensasi geli yang nikmat.

"Sshh, kau menikmatinya Ichi kun?"

"Percepat Yuu ,, akh...~"

Yuu menaik turunkan"jr" Ichi dengan gerakan lambat dan dipercepat dengan tangannya

"Sshh ahh ohh" desah keduanya

"Ahh, gunakan mulutmu tolong"

Yuu pun berdiri, dan mulai jongkok, mengecup kepala "jr" ichi, dan mulai memasukan nya kedalam mulut. Gesekan lidah Yuu membuat Ichi mendesah.

"Ahh...umhhhh, percepat Yuu chan," pinta ichi yang sudah tidak tahan mencapai puncaknya.

Tak lama Yuu melepas bra yang sedari tadi menutup dadanya, tak memerlukan waktu la bagi Ichi untuk melumat habis dada Yuu. Menggigit nipple nya dan menjilatnya.

"Ahhh.. ichi kun" erang Yuu yang mulai menikmati permainan Ichi.

Yuu pun melepas ikatan tali yang mengikat pergelangan tangan Ichi. Kini ichi merubah posisi, Yuu berada di bawah Ichi, dimana Ichi dapat memainkan dada Yuu sesuka hatinya.

"Ahh.. umph.."

"Yuu chan kamu berisik sekali,". Ichi pun melumat habis bibir kecil Yuu. Memainkan lidah didalamnya. Menggigit leher Yuu dan tangan nya menelusuri dada Yuu , memasukan nipple nya kedalam mulut dan lidahnya menari nari mainkan nipple yuu.

Yuu yang mendesah membuat Ichi semakin ingin mempermainkan nya. Ichi mulai memainkan "jr" nya menggesek gesekannya dari luar celana Yuu. Ichi yang ingin membalas Yuu, mengambil kemeja yang tadi untuk mengikat tangannya, dan meng ikatkannya ke pergelangan tangan Yuu.

Ichii mulai melepaskan celana yang sedari tadi masih menempel di tubuh Yuu. " Nah sekarang kita sama sama naked,"

Ichi menuntun "jr" nya untuk main main di lubang lembab Yuu yang sudah mulai basah.

'Ahhhh... Ichi kun, jangan permainkan aku," seru Yuu menahan desahannya yang semakin keras karena "jr" ichi yg mulai di masukan perlahan ke lubang lembabnya.

"Ahhh... Umphhh, ichi kun ahh" jeritan Yuu memuncak saat "jr" Ichi menembus pertahanannya. Mereka menggerakan pinggang seirama yang membuat keduanya merasa puas.
Gerakan yang semakin kencang membuat keduanya keluar bersama sama.
Belum selesai, Ichi memainkan jemarinya meremas dada Yuu, membuat Yuu mendesah kembali.

"Uhh...ahhhh.. mphh, ichi kun, ahh"

"Ku sumpal mulutmu jika masih mendesah," balas Ichi

"Aahhh... Umhmm,"

Ichi pun kembali melumat habis bibir Yuu. Yuu membalasnya dengan memainkan lidah nya di dalam mulut Ichi. Ichi yang masih memainkan nipple Yuu mencubit cubit ujungnya. Memutar mutarkan telunjuknya dan memecet nya pelan.

Yuu yang tidak rela dia kalah mulai membuat Ichi tak berdaya kembali, diambilnya "jr" ichi
Diletakannya di antara dada nya. Dan menaik turunkannya. Dengan sesekali mengecup ujungnya

Permainan itu mereka lanjutkan sampai salah satu dari mereka merasa kalah.

Yuu yang kelelahan akhirnya tertidur dalam rangkulan lengan ichi tak lupa ichi memberikan kecupan selamat tidur pada kening Yuu.


-THE END-

Jun. 24th, 2016

[Want you more]

Title : Want you more
Genre : School life, ecchi
Rating : NC21
Character : Kazumi Miu and Moriyama Kenta
Summary : Kini aku tak hanya bisa memandangmu, namun aku dapat menyentuhmu...

Kazumi Miu, senpai yang sangat aku kagumi. Cantik, pintar, dan...... mempunyai bentuk tubuh yang indah. Kaki yang jenjang, pinggul yang kecil, serta dada yang...cukup besar. Aku pikir itu 36C.

" Kazumi senpai " sapaku mengintip dari balik gorden ruang UKS.

"Moriyama kun, ada mengapa kemari, apa kau terluka saat pelajaran olahraga tadi?" tanya kazumi senpai yang mulai berjalan mendekatiku.

"Iyaaaaaaaa... disini (meletakan tangan di dada), disini sakit senpai... sakit melihatmu merawat siswa lain selain aku" goda ku pada Kazumi senpai. Aku bisa melihat rona merah dari pipinya, menandakan dia sedikit malu.

" Jangan menggodaku , aku senpaimu " kazumi senpai menjawabnya dengan malu malu. Yang tanpa dia sadari, aku berjalan mendekatinya dan ku hempaskan dirinya jatuh ke atas ranjang.

" Maafkan aku senpai, aku tak dapat menahan diri"

"Moriyama kun, apa yang kau lakukan, jangan begini, aku harus kembali ke kelas"

"Masih ada 15menit sebelum kelas dimulai, senpai tolong, aku menyukaimu" bisik ku ke telinga Kazumi senpai, sembari ku gigit kecil dan kutiup telinganya.

"Ughhh....moriyama kun, kau membuatku geli" jawab Kazumi senpai dengan sedikit mendesah.

Aku pikir Kazumi senpai juga ada rasa denganku, karena dia begitu perhatian, dan selalu memberikan kode kode yang bisa ku baca.
Tanpa berpikir panjang , aku melumat habis bibir mungil kazumi senpai. Aku memainkan lidah ku dengan liar , berputar putar di dalam mulut senpai.

" Umphhh.... ahh" desah kazumi senpai yang membuatku semakin ingin memilikinya. Akan ku gunakan 15 menit berharga bersama dengannya.
Kazumi senpai benar benar tidak melakukan perlawanan.
Dia mulai mengikuti irama bermain yang aku mainkan.
Kini aku memasukan tangan ku , ke dalam seragam perawat UKS yang dia kenakan.
Aku menemukan benda lembut, yang memang sudah lama ingin aku sentuh. Aku mulai meremas nya dengan perlahan.

" Argh.... ahhh....moriyama kun, aku merasa argh...." belum sempat Kazumi senpai melanjutkan kata katanya , aku kembali memainkan lidah ku , di dalam mulutnya.

Tanganku yang masi meremas benda lembut itu, ini mulai mencari ujungnya. Aku menekannya perlahan, sesekali aku memelintirnya. Erangan itu semakin keras

"ARG--HHH... Moriyama kun, sakit...hentikan" pinta Kazumi senpai.

" Gomenne (maaf) kazumi senpai, aku tidak dapat menghentikannya" jawabku.

Aku mulai membuka pengait penutup benda lembut milik senpai. Dan mulai mencium leher, dan turuh sampai ke belikat milik senpai. Ku buat tanda merah sebagai tanda kau milikku.

Tanpa kusadar sedari tadi intimku yang sudah mengeras, tergesek gesek paha senpai. Membuat tangan senpai meraih dan meremasnya perlahan.

"Ummphhhh senpaii lakukan sedikit kencang, kau boleh meremasnya" pintaku kepadanya.

"Eh.. boleh?" Tanya senpai malu malu.

"Hai (ya) mainkan sesuka hatimu...tapi sebelumnya, tolong panggil aku kenta, teriakkan namaku"

"Hmmm...iyaa, kenta kun"

Jari jemari senpai mulai masuk ke dalam celanaku. Sentuhan lembut dari jemarinya , membuat intim ku semakin menegang.
Gesekan halus naik turun antara kedua tangannya membuat darahku berdesir naik ke otak.

"Maafkan aku senpai, aku tak tahan"
Ku buka paksa seragam nya. Ku lumat benda lembut itu, ku gigit kecil ujung nya.

"Ahhh... kenta....umphhh.... moree"

Tanganku mulai menjelajah masuk ke celana dalamnya, dengan gampangnya kutemukan intimnya. Sedikit basah, ku mainkan jari panjangku ke dalam intimnya.

"Arghhh.... umphhh... kentaa, do it "

Aku mulai melepaskan celanaku. Tanpa ku pinta , senpai meraih intimku dan memainkannya, mengecup ujung nya, yang membuat nya semakin mengeras.
Kurasakan basah dan panas. Senpai mulai memasukkan intimku ke dalam mulutnya. Kepalanya naik turun , kurasakan gesekan lidahnya menyentuh kulit intimku. Sensasi luar biasa yang tak pernah aku rasakan.

"Kazumi senpai, lakukan lebih cepat. Uhhhmmphh... arghhh". Klimaks pertamaku. Cairain itu memenuhi mulut senpai.

"Senpai ini masih tegang...."

Senpai hanya tersenyum manja dan berkata "kau boleh masukkannya"

Tak perlu waktu lama. Senpai yang sudah di atas tempat tidur, mulai melingkarkan kalinya tepat di pinggangku. Dengan segera ku masukkan intimku perlahan.

"ARGGGH.... AHHHH.... AHH..." Desahan senpai membuatku semakin agresif bermain di lubang lembab dan sangat rapat itu. Aku bisa melihat wajah nikmat senpai. Sambil menggigit bawah bibir mungilnya.

"Ahhh... umphhhh kentaa, bisa kau percepat, aku merasa sangat enak "

"Bisa senpai aku akan mempercepatnya"

Bunyi plop yang keluar membuat ku semakin liar. Kini aku memutar tubuh senpai. Dia menunggingkan pantatnya. Aku mulai memasukkannya kembali ke dalam lubang lembab itu. Dada indahnya bergoyang seirama dengan hentakan pinggulku. Kuraih dada itu, aku meremasnya, dan memainkan ujungnya

"Aahhhh... umphhhh kentaaa kentaaa umphhh" desahan yang semakin menjadi membuatmu menghentakkan pinggulku, yang akhirnya aku mencapai klimaks ke dua.

Ku cium dada senpai, ku tinggalkan banyak tanda merah di dadanya.
Permainan telah berakhir. Namun senpai malah mendorongku jatuh ke ranjang. Kancing kemeja yang sudah aku rapikan dibukanya kembali.

"Tunggu kenta, ini belum selesai" senpai mulai mencium leherku, sampai ke belikatku, membuat tanda merah. Lalu dia mulai mengecup ngecup ujung dadaku. Memasukkannya ke dalam mulut. Memainkan lidahnya berputar putar. Dimana membuat intimku menegang kembali. Dia sengaja mengelus intim ku dari luar celana.

Kringgggg....kringgggg.

Bunyi bel menandakan pelajaran segera dimulai.

Arghhhh sial pikirku. Senpai menghentikan aktivitasnya dan mengecup bibirku.
Merapikan seragamnya, dan buru buru meninggalkanku dengan intim yang masih mengeras.

"Senpaiiiii tanggung jawabbbb" ucapku

"Jam 3 sore, aku menunggumu disini" sahut Kazumi senpai sambil mengedipkan matanya.
"Kenta.... aku menyukaimu" imbuhnya

Aku hanya tertegun dan menjawab perlahan.

"Aku juga"......

Jun. 23rd, 2016

Hug Me Tight

Title : Hug me tight
Genre : School life, Smut, Ecchi
Rating : NC21
Character : Yuu and Makoto
Summary : Kehangatan tubuh senpai, masih bisa aku rasakan sampai saat ini

"Ah..Mmmph..." aku tak bisa jika tak mengeluarkan suara, saat lidah senpai menari – nari liar didalam mulutku. Tanganku kulingkarkan dileher senpai, dan tangan senpai mulai berjalan liar membuka satu demi satu kancing kemeja sekolah yang aku kenakan.

“Makoto-senpai, jangan disini” celetukku saat mengetahui jari senpai sudah berada di pengait braku dimana dia berusaha untuk melepasnya.

“Yuu-chan, sekolah sudah sepi, lagi pula kita ada di gudang gedung olahraga, jadi tak akan ada yang tahu. Dan aku minta berhenti memanggilku senpai”

“umm… makoto-kun”

Makoto kembali mencium bibirku dan aku merasa ciuman itu semakin liar, karena kini tangannya sudah leluasa meremas dada ku. Bibir makoto-kun melumat habis bibir mungil ku.

“mmpphh… ahh, makoto-kun”

Makoto mengangkat tubuh mungil ku keatas tumpukan matras yang disusun tidak begitu tinggi. Tanganku semakin erat melingkar di leher makoto-kun sembari mengangkat kedua kakiku dan melingkarkannya ke pinggang Makoto.
Tiba – tiba tangan Makoto masuk ke rok sekolahku dan meremas pantatku secara perlahan. Membuatku mengeluarkan desahan yang tak tertahankan

“Yuu-chan , aku suka mendengar desahanmu” makoto-kun menyeringai sambil tetap meremas pantatku, seakan akan itu adalah mainan kesayangannya.

“Mmpph… makoto – kun, aku suka sentuhan jemari tanganmu ahh…” celetukku yang memang sangat menyukai cara Makoto-san menyentuh bagian-bagian sensitifku.

Desahanku semakin tak tertahankan, ketika Makoto-kun mulai memainkan tangannya di dalam celana dalamku, sesekali dia memasukan sedikit jarinya, namun dikeluarkannya kembali.

“Yuu-chan, bolehkan aku melepas pakaian seragam mu?” pinta Makoto-san

“Makoto – kun boleh melepas semuanya” jawabku sambil menarik kerah baju kemejanya dan mendekatkan wajahnya tepat didepanku.

Kini yang tertinggal hanya celana dalam dan bra yang sudah tak terkait. Tangan makoto-kun mulai bergerak meraba buah dadaku, kali ini ia menekan dua benjolan kecil di dadaku, sesekali memelintirnya. Itu membuatku berusaha menahan jerit kenikmatan. Yang membuat ku harus menggigit bibirku sampai berwarna merah.

“Argh…. Ahh…Makoto-kun do it now” aku berbicara di sela sela desahan yang sudah tak tertahankan.

Makoto-kun mulai melepas satu persatu kancing seragam sekolahnya dan melepaskan kaos yang melekat di tubuhnya, dan melemparkan kaos itu ke keranjang tumpukan bola basket.

“Yuu-chan kau cantik, tubuhmu indah.”

Makoto yang sudah sedari tadi menahan nafsu nya, mulai mencium leher ku, sesekali dia menggigitnya dengan lembut, dan meninggalkan bekas kemerahan di leher dan dadaku.

“Makoto-kun please…..” aku mulai melepaskan celana dalam yang sedari tadi masih aku gunakan.

“ Oke I’ll do it now” sahut makoto-kun yang dengan segera melepaskan celana panjangnya. Kini aku bisa melihat bagian bawah dari dirinya yang mulai menegang.

“Makoto-kun, bolehkan aku…..” tanpa jawaban iya dari Makoto, ku raih bagian bawah dari Makoto, dan ku remas perlahan. Suara desahan dari Makoto-kun membuat ku semakin ingin memainkannya berkali-kali. Sesekali aku meremas dengan sedikit kencang, dan menaik turunkannya secara perlahan. Erangan dari makoto-kun semakin menjadi ketika aku mulai menaik turunkan tanganku dengan cepat. Sesekali ku gigit benjolan kecil yang ada di dada senpai.

“AHH—NGH!” Makoto – kun berteriak tertahan ketika bagian bawahnya tiba-tiba terbungkus oleh kehangatan dan kelembutan. Makoto-kun mencoba melihat apa yang sedang aku lakukan, dan ia hanya mengerang penuh kenikmatan ketika ia melihatku sedang menaik-turunkan kepalanku di tengah kakinya yang entah sejak kapan terbuka begitu lebar. Aku merasakan cairan putih keluar di dalam mulutku. Dan aku merasa ini adalah klimaks pertama dari makoto-kun.

“Ahhhh….rghh Yuu-chan it feels so good”
Makoto-kun lalu mulai memutar badanku, dengan tanganku menyangga tubuhku, sementara bagian bawah belakang tubuhku sedikit terangkat ke udara. Tak memerlukan waktu lama bagi Makoto untuk memasukan barang miliknya ke dalam lubang lembab milikku yang sudah sedari tadi sedikit mengeluarkan cairan bening.

“ Argh… makoto-kun, pelan-pelan aarghh…”
Makoto menggerakan badannya maju mundur dengan sangat lihat. Sesekali tangannya berada di dadaku. Meremasnya dan memelintirnya.

“ Makoto-kun… it’s hurt.. arghh… pelan – pelan” pintaku

“Maaf Yuu-chan aku tidak bisa menahannya” sahut makoto dengan terus menggerakkan pinggulnya dengan semakin cepat.

Gudang olahraga yang tadinya aga sedikit dingin, kini perlahan kurasakan semakin memanas. Bunyi gesekan milik Makoto yang menembus lubang lembabku terdengar cukup keras. Desahan suaraku, membuat Makoto semakin liar memainkan barangnya.
Tak lama, Makoto-kun memutar badanku. Kini aku berada didepannya, aku dapat melihat wajahnya yang bercucuran keringat. Kulingkarkan tanganku ke lehernya dan mulai melumat bibirnya. Makoto tak tinggal diam, dia mulai memasukan bagian bawahnya lagi ke dalam lubang lembabku. Aku menciumnya dan memainkan lidahku ke dalam mulutnya. Dia mempercepat gerakan pinggulnya.
Erangan tak tertahankan keluar dari mulut makoto, saat dia mencapai klimaks nya yang kedua. Aku merasakan cairan itu lagi, namun kali ini aku merasakannya keluar di dalam lubang lembabku. Perlahan Makoto mulai memperlambat gerakan pinggulnya. Makoto sadar badanku mulai bergetar. Dia mulai mengeluarkan barangnya dari lubang lembabku memelukku dan mencium bibirku dengan lembut.

“ Yuu-chan, thank you so much…” ucap Makoto sembari mengecup keningku.

“ Douita (sama-sama)” jawabku dengan nada yang sedikit terbata-bata.

“ Yuu-chan, daisuki”

“Makoto-kun, daisuki ne~”

-The end-

Apr. 8th, 2016

[FanFic] Secret Room

Genre: Romantis, School Life, Ecchi
Rating: NC17
Character : Ai (ai) , Chie (chiel chielo) , Rin ,Mizu

Hey!Say!JUMP :
Inoo Kei
Yamada Ryosuke
Okamoto Keito



"Chie channn...." teriak Rin memanggil Chie yang sedang berjalan menuju perpustakaan.

"Umm... Rin senpai"

"Chie chan , bantu Rin yaa" pinta Rin yang terlihat terburu-buru.

"Bantu apa?"

"Tolong berikan berkas berkas ini ke Ai chan ya, dia kelihatannya ada di ruang Osis, Rin mau double date dulu sama Mizu chan" jawab Rin dengan girang.

"Rin ayo cepat, kau tidak mau kan ketinggalan kereta dan double date kita kali ini gagal lagi kan?" ujar Mizu

"Iya iyaaa" sahut Rin. Rin berbisik pada Chie sebelum dia meninggalkan Chie.
"Chie chan, sebagai tanda terima kasihku, aku akan memberimu foto Keito saat pelajaran renang tadi, kyaaa♡"

"Eh..." seru Chie dengan muka sedikit memerah.

"Rin chan...." panggil Yama yang sedari tadi menunggu bersama Mizu. "Iya iyaa aku datang" jawab Rin.

"Jyaa ne chie chan" kata Mizu

" Kami duluan Chie" sahut Yamada

"Chie chan sayang, tolong yaaa nanti Rin pasti siapkan hadiahnya"

"Ya..ya..ya.." jawab chie datar. Tanpa Rin tahu, chie sedari tadi membayangkan keito yang sedang memakai pakaian renang. Dengan celana renang yang ketat dan bertelanjang dada. "Mikir apa aku astaga.." guman chie dengan muka semakin memerah. "Ok, antar ke ai chan, lalu ke perpustakaan terus pulang"



***

"Kenapa ruang OSIS harus berada di pojok lorong. Terasa sangat jauh," guman Chie yang sedari tadi masih berjalan menuju ruang Osis yang memang letaknya berada di ujung lorong dekat gudang klub atletik. "Ah.. akhirnya ketemu, oke masuk".

Sebelum chie membuka pintu, samar-samar dia mendengar suara dari dalam ruang Osis. "Ini suara Ai chan dan Inoo senpai, tunggu, jika aku masuk sekarang aku akan menganggu mereka atau tidak ya ?" pikir chie.
Chie masih berada di depan ruang osis dan mulai mendengarkan percakapan antara Ai dan Inoo.

"Ah... Kei kun.. chotto matte"

"Maaf ai chan, aku tidak bisa menunggu lebih lama!" jawab Inoo.
Inoo dan Ai sama-sama adalah anggota Osis. Mereka sudah menjalin cinta semenjak selesainya acara Bunkasai sekolah.

"Kei kun.. ummhh..."

"Ai chan maaf, karena aku tidak terlalu mahir melakukannya". Inoo pun mulai mencium kening Ai. Dan perlahan menjatuhkan ciumannya ke bibir Ai. Dengan lembut memainkan bibir Ai. Sesekali menggigitnya secara lembut. Kini bibir Inoo menjelajahi leher Ai.

"K..e..i.. kun ummmhh.., bagaimana kalau ada yang datang dan tiba tiba masuk?" tanya Ai.

"Tenang saja Ai chan, yang lain sudah pulang" jawab Inoo dengan posisi tangan yang mulai nakal, masuk ke seragam sekolah Ai.

"Ah.. Kei.. jangan disitu.. umm"

"Ai chan, tolong buka kaki mu agak lebar" pinta Inoo. Tangan Inoo mulai menyentuh paha Ai dan mencubitnya dengan lembut.

Chie yang sedari tadi mendengar percakapan mereka hanya diam terpaku dengan tangan yang sudah berada di gagang pintu.

"Aaaahhhh.. apa yang aku lakukan disini?!, aku harus sesegera mungkin menyerahkan berkas ini dan menemui Keito di perpustakaan" pikir chie.

Crekk.... *pintu dibuka*

Sontak kedua orang itu terbelalak melihat Chie yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.

"Permisi maaf menganggu Ai chan dan inoo senpai, aku datang hanya untuk menyerahkan titipan dari Rin chan, dan akan segera meninggalkan ruangan ini dan tidak akan mengganggu kalian" ujar chie dengan pura pura tidak melihat Ai dan Inoo.
Sesegera mungkin Chie meletakkan berkas-berkas titipan Rin ke meja Inoo dan buru-buru meninggalkan ruangan.

"Oke.. selesaii... jyaaa ne, O iya sekedar saran, Inoo Senpai tolong kunci pintunya" kata Chie

Chie meninggalkan ruang Osis dengan muka merah padam. Inoo dan Ai saling memandang dengan posisi Ai berada di atas meja dan Inoo berada di depan Ai dengan tangan yang menyentuh tepat di dada Ai. Antara malu dan geli melihat Chie yang tiba-tiba masuk dengan pandangan kosong dan muka memerah.

Brukk...*pintu ditutup*

"Eh Kei kun, Chie melihat kita, aduh bagaimana ini?" tanya Ai dengan muka merah padam, "Bagaimana jika chie bercerita kepada Rin, kau tahu kan rin sangat heboh jika mengetahui ini?"

"Sudah lah, jangan dipikirkan, aku percaya Chie bukan tipikal orang seperti Rin yang heboh itu" sahut Inoo sambil menatap wajah Ai. "Oke mari kita lanjutkan Ai chan, setelah ini aku pastikan tidak ada gangguan" kata inoo sambil menutup pintu ruang osis dan menguncinya.

"Eh.. Kei kun... kei kun... ahhhh.. tunggu"

***

Chie yang sedang berjalan menuju ke perpustakaan untuk menemui Keito , berjalan tanpa expresi dengan muka datar yang masih terheran heran.
Keito yang sedari tadi menunggu nya di perpustakaan kini berada di belakang Chie dan tiba-tiba memeluk Chie.

"Chie channn... lama sekali. Darimana saja kamu? Karena kamu terlalu lama, aku mencarimu. Dan kenapa muka mu memerah? tanya Keito

"Sen...pai... aku melihat Ai chan dan Inoo senpai di ruang Osis" jawab chie terbata-bata.

"Chie chan lupa ya? Mereka kan anggota Osis, jadi wajar mereka ada di ruang OSIS berdua?

"Senpai..... mereka.... berciuman!!" sahut chie.

"Wajarlahh...mereka berpacaran, sudah biarkah mereka, sekarang waktunya kita yang berduaan" kata Keito

"Um... iya baiklah senpai"

"Eh.. tumben biasanya nolak" jawab Keito.

"Iya... ini di dalam otakku sedang konslet" sahut Chie. Keito pun tersenyum melihat tingkah Chie dengan menggenggam tangan Chie, merekapun buru-buru kembali ke perpustakaan.

-End-

Apr. 7th, 2016

A Sign of Love // FanFiction

Genre : Romance, School Life, Ecchi, FanFic
Rating : PG-13 NC17

Character :
Chiel Chielo - Chie
Lin Nili - Rin

Hey!Say! JUMP :
Keito Okamoto
Ryosuke Yamada


" Chiee-chan.. keito... dimana sih kalian, awas ya sampai ketemu, kalian harus traktir aku makan.." teriak Rin mencari cari Chie dan Keito yang bersembunyi entah dimana.

"Sssttt... chie-chan jangan bergerak gerak, di isini sempit" bisik Keito

"Senpai jugaa, geser sedikit dong jangan mepet mepet kesini..nafasmu membuat aku geli" balas Chie

"Chie-chan, sembunyi dimana kamu," panggil Rin yang terus mencari Chie.

*Flashback*

Rin yang penasaran dengan cerita Chie dan Keito membujuk Chie untuk bercerita kepadanya. Chie yang tidak mau bercerita membuat Rin ingin menanyakan langsung kepada Keito.

"Chie-chan..." Rin menghampiri kelas Chie yang berada jauh dari kelasnya.

"Rin-chan ada apa, tumben ke kelasku" jawab Chie

"Sini .. sini, ceritakan padaku dong tentang kau dan Keito , ayo ayo ayo please , aku penasaran" desak Rin

"Ah.. itu, tidak ada yang menarik dari senpai kok jadi tidak ada yang perlu di ceritakan"

"Chieeeeeee-chan jahat sama Rin, kalau kamu tidak cerita, aku akan tanya pada Keito " lalu Rin pergi meninggalkan Chie dan mulai mencari Keito.

"Aduh, kalau Rin-chan bertanya pada senpai.... gawat! Pasti dia akan menceritakan semua nya dan....." Chie mulai berlari mencari keito.

Dari kejauhan dia melihat Rin yang juga menemukan keito yang sedang berjalan ke arah Perpustakaan. Chie yang jaraknya lebih dekat dengan keito langsung menyambar tangan keito. Rin yang melihat itu buru buru mengejar mereka. Chie pun berlari semakin kencang, dan ketika melihat pintu ruang kelas biologi terbuka, Chie cepat2 masuk dan mencari tempat untuk bersembunyi.

"Ah..... lemariii, masuk ke lemari. Senpai ayo masuk, sebelum Rin chan menemukan kita"

"Eeehh... tapi... tapi"

Tanpa sempat berbuat apa-apa, Keito mengikuti keinginan Chie.

"Kemana sih mereka," gerutu Rin

"Senpai, kita sedang sembunyi ya jadi kau jangan coba coba berbuat nakal disini," pinta Chie

"hmm.... gak janji ya Chie chan" jawab Keito sambil menggoda chie

"Senpai!!"

"Iya... iya hahaha"

Chie dan Keito masih belum bisa keluar karena Rin masi ada diluar kelas biologi.

"Akhirnya kau mengajak aku berduaan Chie chan" goda keito

"Ini kalau bukan karena Rin Chan aku juga tidak akan sampai mengajakmu sembunyi di tempat sesempit ini" gerutu Chie

" Senpai, bisakah kau geser sedikit, ini terlalu dekat dan nafasmu membuat aku geli"

Keito yang jahil pada Chie semakin sengaja meniup niup belakang leher Chie, mendekap badan mungil Chie dari belakang dan mencium leher Chie.

"Sen..paii apa yang kau lakukan, henti..kan"

"Maaf Chie chan , kali ini aku tidak dapat menuruti keinginanmu. Dan mungkin aku akan berterima kasih kepada Rin"

Keito memutar badan Chie sehingga keito dapat melihat raut wajah Chie yang sudah mulai memerah. Merah karena panas serta panas karena malu yang bercampur jadi satu.
Keito mulai mendaratkan bibirnya ke bibir Chie dan mulai mencium Chie dengan lembut

"Se..n..paii umm..ah"

Suasana semakin memanas, Chie pun membalas ciuman Keito. Melingkarkan tangannya ke pinggang Keito. Tangan Keito mendekap tubuh mungil Chie. Ciuman pun semakin memanas. Sembari membuka beberapa kancing baju Chie, Keito mulai mencium leher Chie dengan lembut, mengecupnya dengan penuh cinta. Tangan Chie meremas seragam Keito

"Sen..pai tolong jangan disitu" desah Chie

Keito pun semakin liar mencium Chie, Keito membuat satu tanda cinta di dada Chie. Chie yang terbawa suasana mulai membuka kancing seragam Keito dan mencium dada Keito, tidak hanya mengecup dada Keito, Chie juga membuat tanda cinta di dada Keito.
Tangan keito mulai masuk ke dalam seragam sekolah Chie, dan meremas dada Chie dan tetap menciumi leher Chie dengan lembut.


" Ah...senpai..." desah Chie sambil menarik rambut Keito

Keito pun mendaratkan bibirnya ke bibir Chie, Keito mulai memainkan lidahnya di dalam mulut Chie.

Namun tiba tiba terdengar teriakan menyerah dari Rin.

"Oke.... aku menyerah, aku berjanji tidak akan menanyakan apapun kepada kalian, Chie chan, Keito ayo keluar aku mulai lapar, ayo kita makan saja"

"Hahahaha... Rin menyerah juga, tapii kenapa menyerah sekarang, ini kan belum selesai"

"Senpai baka! sahut Chie sambil menutup wajahnya yang masih memerah.

Setelah Keito dan Chie merapikan seragam mereka, merekapun keluar dari lemari, dan segera menghampiri Rin yang sudah mulai cemberut.

"Rin chan, maaf sudah membuatmu lapar" ejek chie sambil tertawa.

"Kalian sembunyi dimana sih?" tanya Rin dengan muka masam dan cemberut.

"Ditempat rahasia kami" jawab Keito dengan tersenyum dan menatap Chie dengan jahil.

Dari kejauhan terlihat Yamada melambaikan tangannya dan berteriak memanggil Rin.

"Rin chan.. aku membuat omelet Rice kesukaanmu"

"Yamaaa chan, aku kangen kamu' jawab Rin sambil berlari menghampiri kekasihnya itu.

Keito dan Chie hanya tersenyum melihat tingkah Rin.

" Rin chan bukanlah kalian baru saja bertemu, kenapa sudah kangen? hahaha"

"Dasar Rin, yang ada diotaknya hanya Yamada dan makanan saja" ejek Keito

"Tapi aku suka melihat mereka, walaupun kadang aku kasihan melihat Rin. Fans Yamada senpai menyeramkan"

"hm... sudahlah tak usah pikirkan mereka, kita pikirkan saja hubungan kita, Chie channnn...."

"Ya..?"

"Ayo kita lanjutkan yang tadi" goda keito sambil tertawa jahil.

"Senpai... BAKA! hahaha" jawab Chie sambil menjitak kepala Keito.

Merekapun berjalan di belakang Rin dengan bergandeng tangan.

"Chie chan..."

"Ya..."

" Daisuki "

" Daisuki Senpai "


-End-

Jan. 5th, 2016

Hajimemashite (はじめまして)

Hello, my name is Nii. This is my first livejournal. Yaay!! ^^ . I liked all about Japan. The culture, life style, technology, dorama, and....... Japanese Idol >,<.
Now, i wanna tell you about my favorite Japanese Idol group. My favorite is.......

"Hey! Say! JUMP"

There are Yamada Ryosuke, Daiki Arioka, Yabu Kota, Hikaru Yaotome, Chinen Yuri, Yuya Takaki, Kei Inoo, Okamoto Keito, and Nakajima Yuto. I love all of them, but the most person that i really loved is Yamada Ryosuke. yay!! :*

I also liked to watch J-Dorama, like Stobe Edge live act, Kimi ni todoke, 14 sai no haha, and then High School debut, Ao Haru Ride live act, and many more.


be my friend ya ^^

warm Regards,

Nii ^^