nichan91 (nichan91) wrote,
nichan91
nichan91

Hug Me Tight

Title : Hug me tight
Genre : School life, Smut, Ecchi
Rating : NC21
Character : Yuu and Makoto
Summary : Kehangatan tubuh senpai, masih bisa aku rasakan sampai saat ini

"Ah..Mmmph..." aku tak bisa jika tak mengeluarkan suara, saat lidah senpai menari – nari liar didalam mulutku. Tanganku kulingkarkan dileher senpai, dan tangan senpai mulai berjalan liar membuka satu demi satu kancing kemeja sekolah yang aku kenakan.

“Makoto-senpai, jangan disini” celetukku saat mengetahui jari senpai sudah berada di pengait braku dimana dia berusaha untuk melepasnya.

“Yuu-chan, sekolah sudah sepi, lagi pula kita ada di gudang gedung olahraga, jadi tak akan ada yang tahu. Dan aku minta berhenti memanggilku senpai”

“umm… makoto-kun”

Makoto kembali mencium bibirku dan aku merasa ciuman itu semakin liar, karena kini tangannya sudah leluasa meremas dada ku. Bibir makoto-kun melumat habis bibir mungil ku.

“mmpphh… ahh, makoto-kun”

Makoto mengangkat tubuh mungil ku keatas tumpukan matras yang disusun tidak begitu tinggi. Tanganku semakin erat melingkar di leher makoto-kun sembari mengangkat kedua kakiku dan melingkarkannya ke pinggang Makoto.
Tiba – tiba tangan Makoto masuk ke rok sekolahku dan meremas pantatku secara perlahan. Membuatku mengeluarkan desahan yang tak tertahankan

“Yuu-chan , aku suka mendengar desahanmu” makoto-kun menyeringai sambil tetap meremas pantatku, seakan akan itu adalah mainan kesayangannya.

“Mmpph… makoto – kun, aku suka sentuhan jemari tanganmu ahh…” celetukku yang memang sangat menyukai cara Makoto-san menyentuh bagian-bagian sensitifku.

Desahanku semakin tak tertahankan, ketika Makoto-kun mulai memainkan tangannya di dalam celana dalamku, sesekali dia memasukan sedikit jarinya, namun dikeluarkannya kembali.

“Yuu-chan, bolehkan aku melepas pakaian seragam mu?” pinta Makoto-san

“Makoto – kun boleh melepas semuanya” jawabku sambil menarik kerah baju kemejanya dan mendekatkan wajahnya tepat didepanku.

Kini yang tertinggal hanya celana dalam dan bra yang sudah tak terkait. Tangan makoto-kun mulai bergerak meraba buah dadaku, kali ini ia menekan dua benjolan kecil di dadaku, sesekali memelintirnya. Itu membuatku berusaha menahan jerit kenikmatan. Yang membuat ku harus menggigit bibirku sampai berwarna merah.

“Argh…. Ahh…Makoto-kun do it now” aku berbicara di sela sela desahan yang sudah tak tertahankan.

Makoto-kun mulai melepas satu persatu kancing seragam sekolahnya dan melepaskan kaos yang melekat di tubuhnya, dan melemparkan kaos itu ke keranjang tumpukan bola basket.

“Yuu-chan kau cantik, tubuhmu indah.”

Makoto yang sudah sedari tadi menahan nafsu nya, mulai mencium leher ku, sesekali dia menggigitnya dengan lembut, dan meninggalkan bekas kemerahan di leher dan dadaku.

“Makoto-kun please…..” aku mulai melepaskan celana dalam yang sedari tadi masih aku gunakan.

“ Oke I’ll do it now” sahut makoto-kun yang dengan segera melepaskan celana panjangnya. Kini aku bisa melihat bagian bawah dari dirinya yang mulai menegang.

“Makoto-kun, bolehkan aku…..” tanpa jawaban iya dari Makoto, ku raih bagian bawah dari Makoto, dan ku remas perlahan. Suara desahan dari Makoto-kun membuat ku semakin ingin memainkannya berkali-kali. Sesekali aku meremas dengan sedikit kencang, dan menaik turunkannya secara perlahan. Erangan dari makoto-kun semakin menjadi ketika aku mulai menaik turunkan tanganku dengan cepat. Sesekali ku gigit benjolan kecil yang ada di dada senpai.

“AHH—NGH!” Makoto – kun berteriak tertahan ketika bagian bawahnya tiba-tiba terbungkus oleh kehangatan dan kelembutan. Makoto-kun mencoba melihat apa yang sedang aku lakukan, dan ia hanya mengerang penuh kenikmatan ketika ia melihatku sedang menaik-turunkan kepalanku di tengah kakinya yang entah sejak kapan terbuka begitu lebar. Aku merasakan cairan putih keluar di dalam mulutku. Dan aku merasa ini adalah klimaks pertama dari makoto-kun.

“Ahhhh….rghh Yuu-chan it feels so good”
Makoto-kun lalu mulai memutar badanku, dengan tanganku menyangga tubuhku, sementara bagian bawah belakang tubuhku sedikit terangkat ke udara. Tak memerlukan waktu lama bagi Makoto untuk memasukan barang miliknya ke dalam lubang lembab milikku yang sudah sedari tadi sedikit mengeluarkan cairan bening.

“ Argh… makoto-kun, pelan-pelan aarghh…”
Makoto menggerakan badannya maju mundur dengan sangat lihat. Sesekali tangannya berada di dadaku. Meremasnya dan memelintirnya.

“ Makoto-kun… it’s hurt.. arghh… pelan – pelan” pintaku

“Maaf Yuu-chan aku tidak bisa menahannya” sahut makoto dengan terus menggerakkan pinggulnya dengan semakin cepat.

Gudang olahraga yang tadinya aga sedikit dingin, kini perlahan kurasakan semakin memanas. Bunyi gesekan milik Makoto yang menembus lubang lembabku terdengar cukup keras. Desahan suaraku, membuat Makoto semakin liar memainkan barangnya.
Tak lama, Makoto-kun memutar badanku. Kini aku berada didepannya, aku dapat melihat wajahnya yang bercucuran keringat. Kulingkarkan tanganku ke lehernya dan mulai melumat bibirnya. Makoto tak tinggal diam, dia mulai memasukan bagian bawahnya lagi ke dalam lubang lembabku. Aku menciumnya dan memainkan lidahku ke dalam mulutnya. Dia mempercepat gerakan pinggulnya.
Erangan tak tertahankan keluar dari mulut makoto, saat dia mencapai klimaks nya yang kedua. Aku merasakan cairan itu lagi, namun kali ini aku merasakannya keluar di dalam lubang lembabku. Perlahan Makoto mulai memperlambat gerakan pinggulnya. Makoto sadar badanku mulai bergetar. Dia mulai mengeluarkan barangnya dari lubang lembabku memelukku dan mencium bibirku dengan lembut.

“ Yuu-chan, thank you so much…” ucap Makoto sembari mengecup keningku.

“ Douita (sama-sama)” jawabku dengan nada yang sedikit terbata-bata.

“ Yuu-chan, daisuki”

“Makoto-kun, daisuki ne~”

-The end-
  • Post a new comment

    Error

    Anonymous comments are disabled in this journal

    default userpic
  • 0 comments