nichan91 (nichan91) wrote,
nichan91
nichan91

[Want you more]

Title : Want you more
Genre : School life, ecchi
Rating : NC21
Character : Kazumi Miu and Moriyama Kenta
Summary : Kini aku tak hanya bisa memandangmu, namun aku dapat menyentuhmu...

Kazumi Miu, senpai yang sangat aku kagumi. Cantik, pintar, dan...... mempunyai bentuk tubuh yang indah. Kaki yang jenjang, pinggul yang kecil, serta dada yang...cukup besar. Aku pikir itu 36C.

" Kazumi senpai " sapaku mengintip dari balik gorden ruang UKS.

"Moriyama kun, ada mengapa kemari, apa kau terluka saat pelajaran olahraga tadi?" tanya kazumi senpai yang mulai berjalan mendekatiku.

"Iyaaaaaaaa... disini (meletakan tangan di dada), disini sakit senpai... sakit melihatmu merawat siswa lain selain aku" goda ku pada Kazumi senpai. Aku bisa melihat rona merah dari pipinya, menandakan dia sedikit malu.

" Jangan menggodaku , aku senpaimu " kazumi senpai menjawabnya dengan malu malu. Yang tanpa dia sadari, aku berjalan mendekatinya dan ku hempaskan dirinya jatuh ke atas ranjang.

" Maafkan aku senpai, aku tak dapat menahan diri"

"Moriyama kun, apa yang kau lakukan, jangan begini, aku harus kembali ke kelas"

"Masih ada 15menit sebelum kelas dimulai, senpai tolong, aku menyukaimu" bisik ku ke telinga Kazumi senpai, sembari ku gigit kecil dan kutiup telinganya.

"Ughhh....moriyama kun, kau membuatku geli" jawab Kazumi senpai dengan sedikit mendesah.

Aku pikir Kazumi senpai juga ada rasa denganku, karena dia begitu perhatian, dan selalu memberikan kode kode yang bisa ku baca.
Tanpa berpikir panjang , aku melumat habis bibir mungil kazumi senpai. Aku memainkan lidah ku dengan liar , berputar putar di dalam mulut senpai.

" Umphhh.... ahh" desah kazumi senpai yang membuatku semakin ingin memilikinya. Akan ku gunakan 15 menit berharga bersama dengannya.
Kazumi senpai benar benar tidak melakukan perlawanan.
Dia mulai mengikuti irama bermain yang aku mainkan.
Kini aku memasukan tangan ku , ke dalam seragam perawat UKS yang dia kenakan.
Aku menemukan benda lembut, yang memang sudah lama ingin aku sentuh. Aku mulai meremas nya dengan perlahan.

" Argh.... ahhh....moriyama kun, aku merasa argh...." belum sempat Kazumi senpai melanjutkan kata katanya , aku kembali memainkan lidah ku , di dalam mulutnya.

Tanganku yang masi meremas benda lembut itu, ini mulai mencari ujungnya. Aku menekannya perlahan, sesekali aku memelintirnya. Erangan itu semakin keras

"ARG--HHH... Moriyama kun, sakit...hentikan" pinta Kazumi senpai.

" Gomenne (maaf) kazumi senpai, aku tidak dapat menghentikannya" jawabku.

Aku mulai membuka pengait penutup benda lembut milik senpai. Dan mulai mencium leher, dan turuh sampai ke belikat milik senpai. Ku buat tanda merah sebagai tanda kau milikku.

Tanpa kusadar sedari tadi intimku yang sudah mengeras, tergesek gesek paha senpai. Membuat tangan senpai meraih dan meremasnya perlahan.

"Ummphhhh senpaii lakukan sedikit kencang, kau boleh meremasnya" pintaku kepadanya.

"Eh.. boleh?" Tanya senpai malu malu.

"Hai (ya) mainkan sesuka hatimu...tapi sebelumnya, tolong panggil aku kenta, teriakkan namaku"

"Hmmm...iyaa, kenta kun"

Jari jemari senpai mulai masuk ke dalam celanaku. Sentuhan lembut dari jemarinya , membuat intim ku semakin menegang.
Gesekan halus naik turun antara kedua tangannya membuat darahku berdesir naik ke otak.

"Maafkan aku senpai, aku tak tahan"
Ku buka paksa seragam nya. Ku lumat benda lembut itu, ku gigit kecil ujung nya.

"Ahhh... kenta....umphhh.... moree"

Tanganku mulai menjelajah masuk ke celana dalamnya, dengan gampangnya kutemukan intimnya. Sedikit basah, ku mainkan jari panjangku ke dalam intimnya.

"Arghhh.... umphhh... kentaa, do it "

Aku mulai melepaskan celanaku. Tanpa ku pinta , senpai meraih intimku dan memainkannya, mengecup ujung nya, yang membuat nya semakin mengeras.
Kurasakan basah dan panas. Senpai mulai memasukkan intimku ke dalam mulutnya. Kepalanya naik turun , kurasakan gesekan lidahnya menyentuh kulit intimku. Sensasi luar biasa yang tak pernah aku rasakan.

"Kazumi senpai, lakukan lebih cepat. Uhhhmmphh... arghhh". Klimaks pertamaku. Cairain itu memenuhi mulut senpai.

"Senpai ini masih tegang...."

Senpai hanya tersenyum manja dan berkata "kau boleh masukkannya"

Tak perlu waktu lama. Senpai yang sudah di atas tempat tidur, mulai melingkarkan kalinya tepat di pinggangku. Dengan segera ku masukkan intimku perlahan.

"ARGGGH.... AHHHH.... AHH..." Desahan senpai membuatku semakin agresif bermain di lubang lembab dan sangat rapat itu. Aku bisa melihat wajah nikmat senpai. Sambil menggigit bawah bibir mungilnya.

"Ahhh... umphhhh kentaa, bisa kau percepat, aku merasa sangat enak "

"Bisa senpai aku akan mempercepatnya"

Bunyi plop yang keluar membuat ku semakin liar. Kini aku memutar tubuh senpai. Dia menunggingkan pantatnya. Aku mulai memasukkannya kembali ke dalam lubang lembab itu. Dada indahnya bergoyang seirama dengan hentakan pinggulku. Kuraih dada itu, aku meremasnya, dan memainkan ujungnya

"Aahhhh... umphhhh kentaaa kentaaa umphhh" desahan yang semakin menjadi membuatmu menghentakkan pinggulku, yang akhirnya aku mencapai klimaks ke dua.

Ku cium dada senpai, ku tinggalkan banyak tanda merah di dadanya.
Permainan telah berakhir. Namun senpai malah mendorongku jatuh ke ranjang. Kancing kemeja yang sudah aku rapikan dibukanya kembali.

"Tunggu kenta, ini belum selesai" senpai mulai mencium leherku, sampai ke belikatku, membuat tanda merah. Lalu dia mulai mengecup ngecup ujung dadaku. Memasukkannya ke dalam mulut. Memainkan lidahnya berputar putar. Dimana membuat intimku menegang kembali. Dia sengaja mengelus intim ku dari luar celana.

Kringgggg....kringgggg.

Bunyi bel menandakan pelajaran segera dimulai.

Arghhhh sial pikirku. Senpai menghentikan aktivitasnya dan mengecup bibirku.
Merapikan seragamnya, dan buru buru meninggalkanku dengan intim yang masih mengeras.

"Senpaiiiii tanggung jawabbbb" ucapku

"Jam 3 sore, aku menunggumu disini" sahut Kazumi senpai sambil mengedipkan matanya.
"Kenta.... aku menyukaimu" imbuhnya

Aku hanya tertegun dan menjawab perlahan.

"Aku juga"......
  • Post a new comment

    Error

    Anonymous comments are disabled in this journal

    default userpic
  • 1 comment